Angkutan sampan di Sungai Bengawan Solo Lamongan Tak Tega Naikkan Tarif

ekonomi179 Dilihat

Harianmemo ( Lamongan )

Kenaikan BBM membawa effek ke berbagai sektor kehidupan. Paling parah adalah sektor transportasi. Bukan hanya transportasi darat. Transportasi air pun juga terkena imbasnya, karena menggunakan bahan bakar minyak juga. Meski begitu, di Kabupaten Lamongan, pemilik sampan atau perahu, yang biasa digunakan untuk menyebarangkan manusia di perairan sungai Bengawan Solo, tidaktega menaikkan harga atau tarif.

Kehadiran sampan sebagai alat transportasi penyeberangan di Sungai Bengawan Solo masih sering dijumpai di Kabupaten Lamongan. Walau termasuk tradisionil, keberadaannya seolah tidak pernah sirna. Satu diantaranya di Dusun Pangean, Kecamatan Sekaran, ke arah Dusun Bulutigo, Kecamatan Laren. Di situ, aktivitas setiap hari masyarakat tertunjang lewat transportasi umum sampan.

Walau dari sisi keamanan relatif kurang, masyarakat masih tetap jadikan sampan sebagai opsi dibandingkan harus memutar tempuh jarak nyaris 4 km lewat lajur darat.

“Jika memutar relatif jauh. Jika seberang melalui sampan dapat memotong jarak menempuh waktu, harga tertaut murah. Walau ada juga risikonya,” kata salah satunya penumpang sampan, Arman, Sabtu (17/9/2022).

Fasilitas transportasi ini pada umumnya dipakai beragam kelompok masyarakat. Mulai karyawan, penjual di pasar Kecamatan Sekaran, sampai siswa sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *