Antar Perguruan Silat Bentrok, Warung Kopi dan Gerombolan Anak Muda Diamuk Massa

Peristiwa252 Dilihat

Harianmemo.com (Lamongan)

Kasus kekerasan yang mengikutsertakan perguruan silat di Kabupaten Lamongan kembali terjadi. Mengakibatkan, beberapa remaja jadi korban dari tindakan kekerasan yang sudah dilakukan bersama. Beberapa korban ini alami beberapa luka.

Minimal, benturan yang mengikutsertakan perguruan silat ini terjadi di 3 TKP (Tempat Peristiwa Kasus), yaitu di Desa Guyangan, Dusun Sekarbagus Kecamatan Sugio dan di Dusun/Kecamatan Sugio yang sama mengarah warung kopi. Dan di Dusun Warungering, Kecamatan Kedungpring, Lamongan.

“Peristiwa kekerasan pada orang atau barang yang mengikutsertakan perguruan silat ini terjadi pada Minggu sore (17/7/2022),” tutur Kepala Polsek Kedungpring, AKP Supriyanto, SH dalam info tercatatnya.

Korban penghadangan perguruan silat Berkenaan urutannya, Supriyanto menerangkan jika peristiwa ini dijumpai ketika berada laporan kekerasan yang masuk ke Polsek di tempat. Diperhitungkan, benturan ini terjadi selesai salah satunya perguruan silat melangsungkan ujian peningkatan pangkat di Desa Sekaran, Dusun Sekarbagus, Kecamatan Sugio.

Seterusnya, kelompok yang dituruti oleh sekitaran 500 pemuda itu lakukan konvoi dengan memakai kurang lebih 300 unit sepeda motor. Setelah tiba di Desa Guyangan, entahlah siapa artis yang menghasut, kelompok mendadak ngamuk dan lakukan pengerusakan pada warung kopi punya SA (30).

Selainnya menghancurkan warkop, kelompok pesilat ini merubuhkan 4 unit sepeda motor. Pada akhirnya karena ketakutan, pemilik warkop juga larikan diri. Kejadian ini terjadi sekitaran jam 14.00 WIB, Minggu (17/7/2022).

Tidak cukup sampai di sini, selang 1/2 jam selanjutnya kelompok meneruskan konvoinya ke arah barat, persisnya di warung punya ML yang ada di Dusun Sugio. Di warkop ini, kejadian sama terjadi kembali, mereka menghancurkan dan melempar batu ke warung punya ML berulang-kali.

Bentrokan perguruan silat di Lamongan Bahkan juga, ada 3 pemuda yang ikut jadi target penindasan di warkop ini, salah satunya MAR (20), FK (24), dan FAJ (30). Akhirnya, ke-3 korban asal Kecamatan Sugio ini juga alami cedera lecet sampai bengkak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *