Bung Tomo Memukau Dengan Pidato Penuh Semangat Melawan Penjajah

Berita, Jakarta38 Dilihat

Harian Memo.com

MEMO,Jakarta:    Pahlawan Nasional, Bung Tomo, menciptakan pidato epik yang membara dalam peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Dalam tantangan melawan tentara Inggris, kata-kata Bung Tomo mampu menggugah semangat perlawanan rakyat. Mari kita telusuri kisah heroik dan makna mendalam di balik pidato bersejarah ini.

Pahlawan Nasional, Bung Tomo, Menginspirasi Rakyat Surabaya Melawan Inggris

Bung Tomo, salah satu pahlawan nasional, memimpin semangat perlawanan rakyat Surabaya dalam Pertempuran 10 November 1945. Pidatonya berhasil memotivasi warga untuk menentang penjajah.

Kisah Heroik Pertempuran 10 November 1945 dan Pidato Bersejarah Bung Tomo

Berikut adalah cuplikan pidato Bung Tomo pada tanggal 10 November 1945, diambil dari buku ‘Bung Tomo’ karya Abdul Waid:

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, Yang Maha Penyayang.

MERDEKA!!!

Saudara-saudara rakyat Indonesia, khususnya warga Surabaya. Kita telah mengetahui bahwa tentara Inggris mengancam kita melalui pamflet. Mereka memberi waktu untuk menyerahkan senjata hasil perjuangan dari tangan tentara Jepang. Kita diminta menyerah dengan mengangkat tangan atau membawa bendera putih.

Saudara-saudara,

Di pertempuran sebelumnya, rakyat Surabaya, termasuk pemuda dari berbagai daerah, telah menunjukkan pertahanan yang kuat. Mereka terjepit karena taktik licik, membawa presiden dan pemimpin ke Surabaya. Meskipun kita terpaksa menghentikan pertempuran, mereka memperkuat diri dan sekarang menantang kita.

Saudara-saudara,

Kita, rakyat Indonesia di Surabaya, menerima tantangan ini. Untuk tentara Inggris di Surabaya, inilah jawaban rakyat dan pemuda Indonesia:

Hai tentara Inggris,

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *