Geger di Desa Sambuara: Kisah Gantung Diri yang Mengguncang Warga

Berita, Peristiwa68 Dilihat

Harian Memo

MEMO, Talaud: Warga desa Sambuara, Kecamatan Essang Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, dihebohkan dengan peristiwa gantung diri yang mengguncang mereka.

Seorang warga berusia 22 tahun bernama SW alias Steven ditemukan tewas tergantung di palang pintu rumah orang tuanya.

Polisi menyelidiki insiden ini dan hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada korban. Kisah tragis ini menimbulkan kebingungan dan keprihatinan di antara penduduk desa.

Identitas Korban Gantung Diri: SW Alias Steven, Warga Desa Sambuara

Warga desa Sambuara, Kecamatan Essang Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, digegerkan oleh peristiwa gantung diri yang terjadi pada salah seorang warganya pada Jumat malam (16/6/2023). Informasi yang diperoleh dari Polsek Essang melalui Polres Kepulauan Talaud menyebutkan bahwa korban bernama SW alias Steven (22 tahun).

Kasi Humas AKP Olden Arunde, SE, yang menyampaikan pernyataan atas nama Kapolres AKBP Dandung Putut Wibowo, SH, SIK, MH, menjelaskan bahwa pada hari Jumat tanggal 16 Juni 2023, pukul 22.45 WITA, korban ditemukan gantung diri di palang pintu rumah orang tuanya di desa yang sama.

“Korban ditemukan oleh seorang saksi, seorang pelajar SMP berinisial FP (16 tahun), dalam keadaan tergantung di palang pintu rumah. Saksi kemudian menurunkan korban dan membuka tali yang melilit leher korban, lalu memanggil orang tua korban, yang saya sebut sebagai Opanya. Saksi mengatakan kepada Opanya bahwa Stevani sudah tidak bernapas,” ungkap Arunde.

Saksi Ungkap Kisah Sebelum Gantung Diri: Cerita di HP dan Kekerasan Verbal

Sebelum kejadian gantung diri, saksi mendengar korban bercerita dengan suara keras melalui HP, menggunakan kata-kata kasar. Namun, saksi tidak mengetahui dengan siapa korban berbicara.

Kapolsek Essang, Ipda Kris Larunaung S. AP, datang ke tempat kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta membawa korban ke Puskesmas Kecamatan Essang Selatan.

“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, hanya terdapat bekas lilitan tali di leher korban,” ungkap Kapolsek Essang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *